Teknik Sampling dan Analisis Kualitas Udara Ambient

 



Gas berbahaya merupakan masalah penting dalam keselamatan dan kesehatan kerja. Terdapat berbagai jenis gas yang mudah terbakar atau eksplosif. Selain itu terdapat pula jenis yang beracun, korosif atau iritan dan berbau yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat dan para pekerja. Selain gas terdapat debu berbahaya yang dapat menimbulkan pencemaran udara bagi masyarakat yang tinggal disekitar pabrik. Banyak data penelitian yang menunjukkan adanya hubungan yang erat antara pola penyakit dalam masyarakat seperti penyakit saluran pernafasan dan paru-paru dengan pencemaran udara.

Menyadari bahwa keselamatan dan kesehatan para pekerja serta kesehatan masyarakat sekeliling tak terlepas dari perhatian dan tanggung jawab industri, dan hal ini memerlukan dukungan data analisis yang handal sebagai sarana pengambilan keputusan. Untuk ini perlu dikuasainya metoda pengambilan contoh uji kualitas udara ambient, termasuk metoda analisis dan teknik pengukuran yang teliti berdasarkan SNI yang berlaku.

Guna membantu industri dalam mengevaluasi kondisi tempat kerja serta lingkungannya, RCChem Learning Centre akan mengadakan pelatihan kimia “Teknik Sampling Dan Analisis Kualitas Udara Ambient”. Pelatihan ini bermanfaat dan sesuai bagi peningkatan kemampuan SDM Divisi Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan (LK3) dan terutama bagi Divisi Laboratorium Pemantauan dan Analisis cemaran udara ambient.


Dengan mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta dapat mengetahui dan memahami serta mempunyai kompetensi dalam pengambilan contoh uji kualitas udara ambient yang mengacu kepada Standar Nasional Indonesia tahun 2005, sebagai berikut :

· Memahami dan menguasai cara-cara penentuan titik dan lokasi pengambilan contoh uji kualitas udara ambient.

· Memahami dan menguasai metoda-metoda pengambilan contoh uji dan analisis kualitas udara ambient.

· Memahami dan menguasai jenis peralatan yang akan digunakan dalam pengambilan contoh uji.

· Memahami dan menguasai cara-cara pengambilan contoh uji secara aktif (active sampling) dan secara pasif (Pasive sampling).

· Memahami dan menguasai cara evaluasi data analisis.



Untuk mencapai tujuan di atas, materi pelatihan dibagi atas teori di kelas dan praktikum di laboratorium atau di lapangan. Selain itu peserta kursus di data seberapa besar penguasaan materi pelatihan yang akan diberikan oleh pengajar dan instruktur.

 


1. Tinjauan umum :

a. Standard Operation Procedure (SOP).

b. Kendali mutu, peralatan pengambilan contoh uji dan keselamatan kerja.

2. Penentuan Titik Sampling Ground Level Concentration secara simulasi.

3. Penentuan Lokasi Pengambilan Contoh Uji Pemantauan Kualitas Udara Ambient dan Kebauan.

4. Teknik Sampling Partikel Tersuspensi Total Secara High Volume Air Sampler (HVS).

5. Teknik Sampling Gas-Gas Nitrogen Dioksida (NO2); Sulfur Dioksida (SO2); Ammonia (NH3) dan Hidrogen Sulfida (H2S) serta Oksidan (O3) menggunakan peralatan Impinger.

6. Teknik sampling dan analisis debu jatuh (dustfall).

7. Teknik sampling dan analisis sulfat indeks secara Lead Peroxide Candle.

8. Teknik sampling Gas-Gas berbau (Stirena, Asetaldehid, Merkaptan, Dietil Sulfida) dengan menggunakan Tedlar Bag.

Selain itu diberikan pula beberapa kuliah tambahan yang erat hubungannya dengan materi kursus.


1. Pengamatan klimatologi (pengukuran ordinat titik sampling, suhu, tekanan udara, kelembaban, kecepatan dan arah angin).

2. Sampling Gas-Gas Beracun (NO2 dan SO2) dan Gas-Gas berbau (NH3 dan H2S) dengan mengunakan larutan penyerap.

3. Sampling Partikel Tersuspensi Total (Secara HVS) dan debu jatuh (Dustfall).

4. Sampling Gas-Gas berbau (Stirena, Asetaldehid, Merkaptan, Dietil Sulfida) dengan menggunakan Tedler Bag.

5. Sampling Sulfat Indexs udara ambient menggunakan Lead Candle.


Peserta adalah para sarjana atau teknisi berpengalaman yang bekerja dalam bidang Keselamatan, Kesehatan Kerja, Lingkungan (LK3) dan laboratorium Analisis Kimia.